Yayasan Angel Hearts BAli

Ketulusan Hati Akan Mempertemukan Kita.

Kadek Sastra

Entah ini suatu kelebihan atau kekurangan yang ada pada diri saya (Linda Anugerah), hati saya begitu mudah meleleh dan jatuh kasihan bila melihat anak kecil yang sakit atau butuh pertolongan. Yang ada di hati saya hanya satu, bagaimana caranya agar saya bisa cepat membantu. Begitu pula ketika melihat foto anak ini, yang dikirim oleh Ibunya sendiri. Kadek Sastra Wiguna namanya, berasal dari Tejakula Singaraja. Umurnya baru 2,5 thn, putra kedua dari Ibu Luh Arida dan Bapak Gede Agus Sastra. Menurut cerita Ibu Arida, benjolan yang tumbuh di bibir Kadek Sastra sudah ada sejak dia lahir, tapi Ibu Arida dan Bapak Gede Agus tidak berani memeriksakan ke dokter karena mereka tidak siap seandainya diharuskan untuk operasi, karena mereka tidak memiliki biaya. Penghasilan Bapak Gede Agus sebagai tenaga kontrak yang hanya cukup untuk makan mereka sekeluarga (anak 2) tidak memungkinkan mereka menabung untuk biaya operasi Kadek Sastra, sehingga mereka hanya membiarkan saja keadaan Kadek. Dan ketika melihat saya membantu operasi Baby Ananda Deva, Ibu Arida memberanikan diri menghubungi saya.

Saat saya mengirim foto Kadek ke Dokter Vivi Guizot untuk konsultasi awal, Dokter Vivi mengatakan kemungkinan besar itu adalah tumor pembuluh darah, dan harus SEGERA dioperasi, sebab kalau makin besar, akan sangat sulit dan tentu juga sangat berbahaya. Mendengar penjelasan Dokter Vivi, saya memutuskan untak mengajak Kadek Sastra konsultasi ke Dokter Vivi, agar benar-benar jelas dilihat serta diberikan solusi. Hari Senin nanti Kadek Sastra akan diantar ke Denpasar oleh ortunya dan akan saya temani konsultasi ke Dokter Vivi. Semoga mendapat jalan keluar terbaik.

 

  • Bantuan Biaya operasi
Dokter Vivi dan Dokter Agus Roy

Teman-teman, sesuai rencana, hari ini tanggal 30 Mei 2016 saya mengantar Kadek Sastra konsultasi ke Dokter Vivi untuk mengetahui diagnosa yang sebenarnya mengenai benjolan yang tumbuh di bibir Kadek. Dan ternyata sesuai perkiraan awal, memang benar benjolan tersebut adalah tumor pembuluh darah yang harus segera dioperasi. Jika dibiarkan, tumor itu akan terus membesar dan membuat bibir Kadek lama-lama akan "hilang" tertutup oleh tumornya. Selain itu jika operasi baru dilakukan saat benjolan tumor tersebut makin besar, dapat menimbulkan resiko yang lebih besar (pendarahan dll). Dokter Vivi lalu memberi Kadek surat pengantar untuk cek lab dan rontgen (photo thorax) sebagai persiapan operasi. saya langsung mengantar Kadek ke RS BROS utk melakukan cek lab dan rontgen, lalu hasilnya langsung kami konsultasikan ke Dokter Agus Roy. Beliau langsung memberikan jadwal operasi untuk Kadek nanti pada tgl 8 Juni 2016. Untuk biaya operasi diperkirakan sekitar 7 jutaan (biaya khusus untuk yayasan). Dan biaya cek lab dll sekitar 1,1 juta. 

Hari ini Kadek dan ortunya bermalam di Denpasar, dan besok mereka akan kembali ke Tejakula. Tanggal 7 Juni mereka akan ke Denpasar lagi untuk operasinya. Saya berpesan pada ortunya Kadek agar menjaga kondisi Kadek dan memberinya makanan yang bergizi agar kondisi Kadek sehat dan siap menjalani operasi tgl 8 Juni nanti. 

Satu hal tentang Kadek yang membuat saya terenyuh, ternyata dia sangat tertekan dan minder dengan kondisi fisiknya yang sering menjadi bahan ejekan teman-temannya. Untuk mengurangi rasa malu dan mindernya, Kadek selalu menggigit bibir atasnya agar benjolannya tidak kelihatan. Dia juga terus merengek pada ortunya minta dioperasi. Ternyata rengekanmu didengar oleh Tuhan nak, melalui tangan -tangan Dokter Vivi dan Dokter Agus Roy, keinginanmu untuk dioperasi akan segera terwujud.

Teman_teman, sesuai rencana minggu lalu, hari ini 8 Juni 2016 saya mengantar Kadek Sastra ke Rumah Sakit BROS Denpasar untuk menjalani operasi pengangkatan tumor pembuluh darah di bibirnya. Jam 11 Kadek Sastra sampai di Rumah Sakit dan menjalani persiapan operasi. Jam 12-an infus dipasang dan Kadek Sastra harus puasa selama 6 jam. Operasi akan dilaksanakan kira-kira pukul 7 malam. Kadek Sastra anak yang kuat dan manis. Saat tangannya disuntik untuk memasang infus, dia hanya menangis sedikit, dan sesaat setelah infus terpasang, dia tertidur dengan lelap. Semoga operasi berjalan lancar

 

Gallery